Minggu, 05 September 2010
Senin, 28 Juni 2010
Untuk Menangani 14.000 Anak Berkebutuhan Khusus Jabar Kekurangan Guru SLB

RADJIMAN,(GM)-

Provinsi Jawa Barat masih kekurangan guru pendidikan sekolah luar biasa (SLB) untuk menangani 14.000 anak berkebutuhan khusus (ABK). Saat ini, jumlah guru PLB di Jabar berstatus pegawai negeri sipil (PNS) baru sebanyak 1.918 orang. "Jumlah tersebut masih kurang, jika seorang guru harus menanganani 5 anak berkebutuhan khusus setingkat sekolah dasar (SD) dan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) satu berbanding delapan," ungkap Kepala Bidang Pendidikan Luar Biasa (PLB) Dinas Pendidikan Jabar, Dr. Dadang Rahman yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/6).

Menurut Dadang, jika melihat perbandingan tersebut, maka kekurangan guru PLB di Jabar diperkirakan mencapai 800 sampai 1000 orang. "Selama ini, kakurangan guru PLB di Jabar banyak ditutup oleh para guru sukarelawan (Sukwan) yang berstatus non PNS," terangnya.

Selain kekurangan guru PLB, ungkap Dadang, kualitas guru PLB di Jabar pun masih sangat kurang. Karena itu, lanjut dia, Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan Jabar menyelenggarakan beasiswa bantu kuliah, biaya kuliah bagi guru PLB maupun guru berstatus Sukwan untuk menempuh pendidikan PLB di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. "Tahun ini direncanakan, kami akan menerima sebanyak 64 orang untuk kuliah strata satu (S1) dan 20 orang untuk kuliah pascasarjana (S2) PLB," ujarnya.

Disebutkan Dadang, tahun ini tidak kurang dari 100 guru PLB berijazah SMA dan sebanyak 60 guru PLB berijazah S1 mengikuti seleksi di UPI Bandung.

Namun hingga kini kata dia, hasil seleksi belum bisa diumumkan karena menunggu hasil pengumuman seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN). "Rencananya hasil seleksi diumumkan berbarengan dengan hasil SNMPTN tanggal 17 Juli mendatang," tambahnya.

Setap yang lolos seleksi S1 akan mendapat beasiswa sebesar Rp 7,5 juta/tahun, sedangkan S2 akan mendapat beasiswa bantu kuliah sebanyak Rp 12,5 juta/tahun. Menurut Dadang, jumlah beasiswa tersebut naik dari tahun lalu, yang sebelumnya hanya sebesar Rp 5 juta/tahun untuk S1 dan Rp 7,5 juta/tahun untuk S2. "Namun meningkatnya nilai beasiswa ini, tidak diikuti dengan meningkatnya jumlah calon penerima beasiswa," katanya.

Disebutkan dia, tahun lalu, guru PLB yang kuliah S1 sebanyak 100 orang dan guru PKB yang kuliah S2 sebanyak 40 orang. Tahun ini, tambah dia merupakan tahun kedua beasiswa bantu biaya kuliah dari Pemprov Jabar. (B.81)**

*Dikutip dari HU Galamedia *

Dipasang oleh : Asep Mugianara
A A A
Berita Lain