Minggu, 05 September 2010
PROGRAM PENDIDIKAN BERBASIS PEMBIASAAN

Penulis : Rita Kurnia Juita Sari S.Pd
Slb Negeri B Garut

Ciri utama yang nampak pada anak tunagrahita adalah ketidakmampuannya untuk belajar seperti anak-anak pada umumnya, prestasi akademik yang dimilikinya kurang dan juga mengalami hambatan dalam prilaku adaptif.

Masalah hambatan prilaku adaptif pada anak tunagrahita cukup menonjol ditunjukan dalam ketidakmampuannya untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dimana mereka berada, oleh karena itu kebutuhan perlu dikembangkan dengan cara
1. Memberi kesempatan untuk mengenal berbagai situasi
sehingga muncul keberanian dalam berkomunikasi
2. Memberi peluang untuk mencoba melakukan suatu
pekerjaan yang bersifat praktis misalnya menyimpan
sesuatu pada tempatnya
3. memberi pelajaran yang bermakna dan fungsional
artinya apa yang diajarkan memiliki arti dalam
kehidupan sehari-hari.

Anak tunagrahita dapat mencapai tujuan yang berkaitan dengan akademik membutuhkan waktu yang lebih panjang. Ranah kognitif dan bahasa adalah dimana guru harus paling peka untuk memahami kebutuhan anak tunagrahita.
Guru harus ekstra hati-hati untuk merancang situasi belajar anak tunagrahita dengan melakukan analisis tugas sehingga tercapainya tujuan pembelajaran jangka pendek dan tujuan akhir pendidikan.

Program yang diberikan pada pertama masuk sekolah adalah “program pendidikan berbasis pembiasaan “ ini menjadi pondasi utama dalam setiap aktivitas pembelajaran baik guru maupun anak, kelebihan dari program ini yaitu target pembelajaran bukan hanya berorentasi pada hal yang bersifat intelektual tetapi selalu dikaitkan dengan pendidikan dalam kehidupan sehari-hari yang lebih menekankan pada emosional dan spiritual dalam suasana yang menyenangkan bagi anak seperti halnya ;mengucapkan salam bila masuk ruangan ( rumah, kelas ),berjabat tangan bila bertemu guru atau orang tua dimana pun berada, memeriksa gigi atau kuku sebelum masuk kelas,merapihkan sepatu atau sandal, anak masuk kelas sendiri, minta maaf bila melakukan kesalahan, meminta ijin bila keluar, jajan sendiri, bergaul dengan teman. program ini dilakukan selama berada di sekolah. Selain program pembiasaan ini dilakukan disekolah guru beserta orang tua mengadakan kerjasama dengan melakukan pembiasaan di rumah.

Dengan adanya pembiasaan disekolah diharapkan bisa menjadi pondasi yang kokoh dalam menjalani masa-masa awal pembelajaran sekaligus menjadi penentu keberhasilan pelaksanaan program pembelajaran.

Buku penghubung dapat menjadi jembatan antara orang tua dan guru disekolah dalam mengontrol kegiatan pembiasaaan sehari hari di rumah.

Mudah-mudahan mereka akan melalui tahapan tahapan belajar sesuai dengan perkembangan pisihis dan fisik.


Uploaded By : Asep Mugianara.
SIM PLB Jabar

Dipasang Oleh : Administrator | Senin, 22 Februari 2010
A A A
Artikel Lain
Info PLB Jabar