Minggu, 05 September 2010
PENDIDIKAN LANJUTAN SISWA SLB

Oleh ACHMAD ANIEF
Up-loaded by Haryawan/SIM PLB

Setelah anto lulus sekolah luar biasa harus bagaimana ? Pertanyaan tersebut yang diucapkan oleh seorang Ibu terasa menyentuh hati siapapun yang bersimpati pada dunia anak berkebutuhan khusus .
Betapa tidak menyentuh hati , bila kita perhatikan ternyata Anto nama putra Ibu tadi ternyata seorang anak penderita tunagrahita sedang atau yang dikenal dengan istilah mampu latih.
Dan memang wajar pertanyaan dari Ibu tadi karena kecerdasan Anto jauh sekali bila dibandingkan dengan adik-adiknya yang lain.
Kemampuan berhitung dan berbahasanya jauh tertinggal dengan adiknya yang duduk di bangku kelas yang lebih rendah , bahkan ada kecenderungan akan terus tertinggal nanti. Walau nilai rapornya sama dengan nilai rapor adiknya pada kedua pelajaran tersebut tetapi bila diberi pertanyaan justru adiknya yang lebih cekatan menjawab .
Ternyata nilai rapor Anto tidak dapat disamakan dengan nilai rapor pada adiknya walau angkanya sama dan pada pelajaran yang sama .
Sekarang dia sedang bersiap untuk mengikuti ujian sekolah yang konon bahan ujiannya dibuat oleh pihak sekolah . Tentu saja hal ini membuat perasaan Ibu tadi merasa lega karena yakin bahwa anaknya tidak akan disamakan dengan anak sekolah normal .
Dan tingkat keberhasilan anaknya pada ujian ini akan benar-benar sesuai dengan “modal” kemampuannya sendiri . Dalam hatinya Ibu ini berdoa mudah-mudahan anaknya dapat lulus pada ujian kali ini .
Hanya saja masih terngiang dalam telinganya tentang isi pengarahan dari Kepala Sekolah bahwa Anto setelah lulus nanti tidak akan dapat melanjutkan ke SMP umum walaupun nilai rapornya rata-rata “bagus” . Anto kalau masih akan terus bersekolah dapat meneruskan di tingkat SMPLB bagi yang telah lulus dari SDLB , atau ke SMALB bagi yang telah lulus dari SMPLB . Dan SMPLB atau SMALB yang baru tersebut lokasinya masih tetap di sekolah yang sekarang ini dan gurunyapun semuanya telah dikenalmya dengan baik .

Lalu pikirannya jauh melambung ke depan , setelah Anto nanti lulus dari SMALB apakah akan ada Universitas untuk anak seperti Anto dan teman-temannya yang lain ? Jelas hal ini tidaklah mudah karena akan menjadi bahan perdebatan dan menimbulkan kontroversi yang menguras energi . Di mana ada unversitas untuk mahasiswa dengan kecerdasan yang di bawah rata-rata . Biar dosen sepandai apapun tentu akan mengalami masalah dalam menghadapi mahasiswa seperti Anto dan teman-temannya yang lain .
Kalaupun Anto harus bekerja di mana pula perusahaan yang bersedia untuk menampung
orang yang keterampilannya sedikit dan harus selalu diawasi karena konsentrasinya yang mudah terganggu . Di jaman sekarang ini orang dengan keterampilan dan pengetahuan di atas Anto saja masih sulit mendapatkan pekerjaan dan harus keluar masuk kantor atau berulangkali mengirimkan surat lamaran . Dan hasilnyapun belum tentu langsung diterima . . . . Hingga pada suatu hari Ibu ini mengikuti seminar tentang penanganan terkini anak tunagrahita yang diselenggarakan oleh salah satu yayasan dan mengambil tempat di ruangan rumah sakit terkenal di kota Bandung.
Oleh seorang pembicara diuraikan tentang penanganan anak-anak tunagrahita di luar negeri di mana perhatian pemerintahnya telah begitu tinggi terhadap hak-hak warganegara yang berkebutuhan khusus . Diantaranya adalah pemerintah menyediakan satu tempat yang menampung orang-orang dengan bermacam latar belakang ketunaan untuk bekerja sesuai dengan kemampuannya . Dan tempat ini disebut dengan istilah sheltered workshop , di mana hasil kerja anak-anak ini akan dihargai dengan standar tertentu sebagai bentuk penghargaan atas jerih payahnya. Dan hasil produk dari sheltered workshop inipun sudah ada badan atau pihak yang menampungnya . Sehingga tidak ada penumpukan barang karena tidak laku dipasarkan dengan alasan mutu kalah bersaing.
Hanya sayang oleh pembicara pada seminar tadi tidak disinggung bagaimana dengan penyelenggaraannya di negara kita . Apakah sudah ada dan oleh siapa diselenggara kannya dan di mana pula tempatnya .
Tiba di rumah apa yang didapat dari seminar tadi masih dipikirkan .
Iya ya, sampai dimana sih perhatian kita terhadap lulusan Sekolah Luar Biasa selama ini ? Apakah mereka yang telah selesai ( lulus ) sekolah ini harus back to home ?
Sekolah Luar Biasa banyak didirikan di setiap tempat dengan fasilitas yang semakin meningkat , tetapi penanganan pasca kelulusan ?
Karena itu sudah saatnya kita memikirkan untuk membuat sheltered workshop atau apapun namanya demi memikirkan masa depan anak-anak berkebutuhan khusus sehingga mereka dapat hidup tanpa mengandalkan bantuan orang lain.
Sehingga dengan adanya sheltered workshop atau tempat semacam itu di negeri ini tentu akan memberikan jalan keluar bagi orang tua yang anaknya telah “lulus” dari Sekolah Luar Biasa . Juga akan memberikan kebahagiaan bagi anaknya karena dirinya mampu berkarya dan mampu pula memperoleh penghasilan sebagaimana orang lain .
Kiranya apa yang dirasakan oleh Ibu Anto tadi menjadikan bahan pemikiran bagi kita , bagaimana kita dapat mewujudkan gagasan ini sehingga ribuan lulusan Sekolah Luar Biasa seperti Anto dapat terangkat martabatnya karena dapat bekerja dan memperoleh pengakuan dari masyarakat berupa upah kerja.
Mungkin ada organisasi kemanusiaan atau badan amal , bahkan perorangan sekalipun yang tertarik untuk mewujudkan impian ini karena bagaimanapun juga Anto adalah bagian dari bangsa kita .
Propinsi Jawa Barat saat ini merupakan propinsi termaju dalam penanganan anak berkebutuhan khusus di negara kita ,kiranya sudah tiba saatnya untuk membuat sheltered workshop mengingat jumlah lulusan Sekolah Luar Biasa semakin banyak dan ini merupakan potensi sumber daya yang dapat dikembangkan .
Bangsa yang besar adalah yang mampu mengangkat martabat warganya .
Semoga Allah meridloi.

Penulis Adalah Guru SLB-B Budaya Bangsa
Jl.Citarip Barat No.16 Blk Bojongloa Kaler – Kota Bandung.
Telepun (022) 6029515




Dipasang Oleh : Administrator | Senin, 01 Juni 2009
A A A
Artikel Lain
Info PLB Jabar